JOSHUA LIM - Lagi-lagi, foto panas Rahma Azhari beserta kakaknya, Sarah Azhari beredar luas di jagad Internet. Entah mengapa sebabnya, saya jadi ingin membahas topik ini dalam blog. Memang tidak asing bagi kita, sosok Rahma dan Sarah seperti bidadari kakak-beradik yang seksi dan sering menyebar sensasi (bukan menurut saya, tapi menurut sebagian orang). Tanggal 24 Desember 2008 yang seharusnya terisi dengan makna malam Natal menjadi seperti “tercabik-cabik” dengan isu ini.
Menurut VIVA News, Rahma sempat ditemui wartawan tanggal 24 Desember 2008 untuk menggelar konferensi pers “dadakan” untuk meng-klarifikasi akan adanya isu foto syur tersebut. Kepada Media, didampingi pengacaranya, Farhat Abbas, Rahma merasa capek dengan semua isu yang beredar bahwa foto “panas” yang selama ini tersebar yang menyangkut dirinya bersama kakaknya.
“Sumpah saya sudah capai banget. Lagi-lagi kasus foto,” ujar Rahma saat ditanya seputar beredarnya foto ‘panas’ di media.
Sebetulnya sah-sah saja menurut saya untuk menyimpan foto-foto tersebut sebagai dokumen pribadi, apalagi bagi kalangan wanita muda yang mengenakan bikini (yang menurut UU Pornografi sebagai “setengah telanjang”, karena saya pernah baca dan diterbitkan sebagai buku) dan adegan tersebut adalah sebetulnya wajar (apalagi sedang mandi). Tapi tidak sewajarnya foto itu dipublikasikan secara sengaja atau tidak, karena sudah melanggar hukum. Apapun dalihnya, Rahma memang mengaku kapok, namun tidak semudah itu untuk mengubah image yang selama ini tercoreng akibat “kesalahan-kesalahan” tersebut.
Nah, saya coba untuk membuktikan keaslian foto tersebut. Ini hasil gambar yang telah disensor (saya punya yang asli):
- sarah, rahma, bugil
Hasil pengamatan saya adalah sebagai berikut (mungkin saya juga tidak tahu tentang pernyataan Mas Roy kepada pers, kalau sama harap maklum):
- Mereka positif telanjang tanpa menggunakan sehelai benangpun di tubuh mereka.
- Resolusi pada gambar cukup besar, tidak terlihat ada bra atau celana dalam yang terpasang (pada foto asli).
- Gambar positif dibuat sekitar 4 tahun yang lalu ketika saya cek properti gambar.
- Di salah satu gambar memang terpampang bra yang terlepas (jadi salah satu gambar memang sudah tersensor).
- Memang ada keterkaitan antara bule yang terpampang di 3 gambar pada album.
- Gambar memang asli dan tanpa rekayasa sedikitpun.
- Gambar diambil di Bali.
Seharusnya kita sadar bahwa makna Natal sesungguhnya bukan untuk dicoreng dengan masalah seperti ini yang sebetulnya sepele, namun jika tidak diantisipasi, maka maslah tersebut akan makin meruncing dan menjadi bumerang bagi dalangnya. Saya harap dengan kejadian ini, kita dapat saling memperbaiki diri untuk merahasiakan privasi kita (layaknya kita melindungi uang kita di ATM) supaya tidak saling menyalahkan. Rahma dan Sarah sebetulnya tidak mencari sensasi dalam kejadian ini. Mereka hanya terlena dan tidak menyadari bahwa privasinya tiba-tiba bocor. Seharusnya mereka mengantisipasinya lebih awal.
Semoga kejadian ini tidak terulang di tahun 2009. (Joshua Lim)




